Dampak Penambangan Emas

Perputaran Uang di Aceh Jaya Rp 2-5 M
* Distamben Usulkan Bentuk Koperasi
Serambi, 7 December 2009
BANDA ACEH – Fantastis! Barangkali, kata-kata inilah yang tepat untuk melukiskan jumlah perputaran uang di Aceh Jaya, yang berkisar antara Rp 2-5 miliar setiap harinya. Besarnya perputaran uang ini terjadi selama hampir satu tahun terakhir, setelah Gunong Ujeuen yang bebatuannya mengandung bijih emas, dijadikan sebagai kawasan penambangan rakyat.

Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman, bersama sejumlah staf yang melakukan kunjungan silaturrahmi ke Redaksi Serambi Indonesia, di Banda Aceh, Kamis (3/12) pekan lalu, mengungkapkan bahwa berbagai sektor perekonomian rakyat yang nyaris hancur total pascatsunami 2004 lalu, kini perlahan-lahan sudah mulai berdenyut kembali.

Berkah terbesar pascabencana dahsyat itu, kata Bupati Azhar Abdurrahman, adalah ditemukannya kandungan logam mulia berupa bijih emas dan mineral lainnya, yang melekat dalam bebatuan di kawasan Gunong Ujeuen, di Dusun Geuni, Desa Panggon, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. “Sekarang ini, setiap harinya tidak kurang dari 1.000 warga melakukan penambangan emas secara manual, di kawasan Gunong Ujeuen itu,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Eksplorasi Tambang Emas Diminta Libatkan Tenaga Kerja Lokal

Takengon, (Analisa)
Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin MM meminta kepada pihak Media Group yang sedang melakukan eksplorasi (penelitian dan penjajakan) tambang emas di sejumlah lokasi di Aceh Tengah agar melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.
Media Group yang membawahi 10 perusahaan pertambangan sedang melakukan ekspolarasi emas di daerah dingin itu, belum memperkerjakan warga setempat sebagai tenaga kerja pada perusahaan tersebut. Bahkan, sejak tiga tahun beroperasi, informasi perusahaan tidak diketahui masyarakat, aktivitas perusahaan itu cenderung tertutup.
Bupati menyampaikan hal itu dalam acara persentasi tentang kegiatan hasil eksplorasi mineral di Aceh Tengah yang dilakukan oleh Media Group, Kamis (19/11). Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Menjadikan Aceh Kaya Seutuhnya

Nanggroe Aceh Darussalam adalah daerah yang memiliki lokasi yang sangat starategis dan dikaruniai sumber daya alam yang berlimpah. Hal ini apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian rakyat Aceh.

Kebutuhan akan sumberdaya mineral dan energi, yang merupakan salah satu tulang punggung pembangunan Indonesia, semakin meningkat sejalan dengan kemajuan pembangunan. Kebutuhan tersebut tidak hanya ditujukan untuk ekspor dengan tujuan mendapatkan devisa yang diperlukan untuk membiayai pembangunan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Peningkatan ini tentunya memerlukan pengelolaan yang baik agar pemanfaatan sumberdaya mineral dan energi dapat dilakukan secara optimal dan sesuai dengan amanat dari pasal 33 UUD 1945.

Implikasi dari pelaksanaan Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 dan PP no 25 tahun 2000 yaitu mengenai Otonomi Daerah dan pembagian kewenangan antar pusat ke daerah adalah daerah harus mempersiapkan diri untuk mengoptimalkan semua kekuatan/ potensi daerahnya untuk kemakmuran rakyat. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Bupati Perintah Tutup Tambang Emas

emas

Serambi, 06 Juli 2009

CALANG – Pemkab Aceh Jaya beberapa hari lalu mengeluarkan surat bahwa lokasi penambangan emas di Gunong Ujeuen, Kecamatam Krueng Sabe ditutup, karena penambangan yang berlangsung selama ini ilegal, tanpa izin resmi dari lembaga pemerintah. Para penambang emas secara tradisional itu diperintahkan Bupati Aceh Jaya untuk segera mengurus izin. “Bila mereka tetap melakukan aksi penambangan tanpa izin, maka akan diambil tindakan tegas,” ujar Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman, menjawab Serambi, Minggu (5/7).

Menurutnya, beberapa hari lalu Pemkab Aceh Jaya sudah mengeluarkan surat supaya penambangan emas di Gunong Ujeuen itu ditutup. “Lokasi itu kita tutup, karena semua penambang tidak memiliki izin dan mengabaikan izin meski pernah diimbau sebelumnya,” ungkap Bupati Azhar. Izin yang untuk mengurusnya perlu biaya itu, diharapkan Bupati bisa memberi kontribusi bagi peningkatan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Di samping itu, praktik penambangan akan lebih teratur. “Setiap pemegang izin itu diberikan lahan seluas 5 hektare untuk sebuah kelompok masyarakat atau koperasi,” ujarnya. Bupati juga menyebutkan bila izin tidak diurus oleh penambang, maka lokasi itu tetap tidak akan dibolehkan pemkab untuk ditambang. Sebab, hal itu adalah ilegal dan berdampak buruk secara ekologis. Apa lagi untuk mengurai bijih emas dari batu atau tanah, penambang umumnya menggunakan merkuri (air raksa) yang berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup, terutama manusia. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Indonesia Bukan Negara Kaya Minyak

Majalah tambang

Jakarta-TAMBANG- Selama ini, bangsa Indonesia dininabobokan dengan pernyataan yang “menyesatkan” serta anggapan yang keliru tentang migas dan energi. Daintara anggapan tersebut diantaranya bahwa, Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal sebenarnya, Indonesia lebih banyak didominasi oleh energi lain seperti Batubara, gas, CBM, panas bumi, air dan Bahan Bakar Nabati (BBN).

Hal tersebut disampaikan Prof. Widjajono Partowidagdo, saat peluncuran Buku Migas dan Energi di Indonesia, Permasalah dan Analisis Kebijakan, di Galeri Cemara, Menteng Jakarta (Jumat, 04 Juli 2009).

Persoalan stigma cadangan minyak Indonesia tersebut, merupakan salah satu bagian dari isi Buku yang ditulis oleh Prof. Widjajono. “Cadangan terbukti minyak kita hanya 4,4 miliay barel atau 0,4 persen dunia,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut Anggota Dewan Energi Nasional itu, Indonesia hanya memproduksi minyak 384 juta barel, kemudian mengeksport minyak mentah 135 juta barel. Di sisi lain, Indonesia mengimpor minyak mentah sebesar 118 juta barel dan BBM sebesar 140 juta barel. Demikaian lanjutny amengutip data tahun 2007.

Karena itu menurut guru besar ITB ini, Indonesia tidak perlu memberlakukan harga pasar apabila harga BBM tinggi. Yang perlu dilakukan pemerintah yakni tidak menerapkan harga BBM yang lebih rendah dari biaya pengembangan lain.

Hal inilah lanjutnya dalam bukunya yang kemudian memunculkan stigma lain bahwa harga BBm harus murah, padahal degan harga BBm yang murah, akan memberatkan APBN dan membuat ketergantungan pada BBm dan importnya.

Selain itu, ada juga stigma lain bahwa, kita tidak perlu membangun iklim investasi karena investor akan datang sendiri. Padahal hal ini jelas salah menurutnya. Ia mengibaratkan, seperti sebuah rumah makan, bahwa pembeli akan datang untuk makan, jika pelayanan dilakukan dengan baik dengan harga yang sewajarnya tetapi dengan kualitas yang istimewa.

Stigma terakhir adalah bahwa, kemampuan bangsa dapat berkembang tanpa perlu keberpihakan nyata pemerintah. “Ini jelas salah, karena peningkatan kemampuan nasional, harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah baik eksekutif, legislatif ataupun pemangku kebijakan nasional agar perusahaan nasional lebih bisa berkembang,” urainya.

Selanjutnya sarannya, paska pemilu presiden 2009 nanti, Indonesia harus memiliki pemerintahan yang mampu meningkatkan kualitas kebijakan migas dan energi yang efektif bagi ekonomi masyarakat.

Karena ia menilai, pemangkau kepentingan migas dan energi, masih kurang memahami persoalan ini dan analisa kebijakan dan penanganan yang tepat, terutama terkait beberapa anggapan dasar terkait sektor migas dan energi.

“Kita sering menggunakan sudut pandang yang tidak sesuai fakta obyektif,” tuturnya.

Komentar bertahan »

Heboh Penambangan Emas di Krueng Sabee

Gunong Ujeuen Diserbu

batu gunung ujeun

Serambi : 20/11/2008

CALANG – Gunong Ujeuen, sebuah kawasan pegunungan di Desa Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, sejak dua pekan terakhir menjadi buah bibir. Kawasan pedalaman yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Calang (ibukota Aceh Jaya) itu diserbu masyarakat dari berbagai penjuru untuk mencoba peruntungan mendapatkan bijih emas dari ongkahan-bongkahan batu. Wartawan Serambi, Muhammaddiyah Nurdin dan fotografer Muhammad Anshar, Sabtu 15 November berangkat ke Calang dan selanjutnya ke Gunong Ujeuen untuk melihat secara langsung geliat masyarakat melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional.

Jarak Calang-Panggong 24 kilometer dengan kondisi ruas jalan berbatu. Selanjutnya dari Panggong ke Gunong Ujeuen (lokasi penambangan) sejauh enam kilometer melewati bekas jalan HPH yang naik turun dan dipenuhi kubangan lumpur yang kedalamannya mencapai 50-70 centimeter. Untuk mencapai Gunong Ujeuen, selain dengan jalan kaki juga harus menggunakan kendaraan khusus berpenggerak empat roda.

Di Gunong Ujeuen, saat ini ada empat titik penambangan rakyat dengan jarak antara 500 meter hingga 1 kilometer dari satu titik ke titik lainnya. Jika melihat dari atas, kawasan pegunungan itu bagaikan dikerumuni jutaan semut. Seribuan manusia, mulai anak-anak hingga orangtua, setiap hari menggali tanah mencari bebatuan emas. Bahkan, masyarakat dari luar Aceh Jaya, juga tidak mau ketinggalan merambah ke kawasan itu. Masyarakat setempat sangat terbuka, asal bisa menyesuaikan dengan ‘aturan’ yang mereka buat.

Masyarakat luar daerah yang ikut menyerbu ke Gunong Ujeuen, di antaranya dari Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Barat, Singkil, dan Pidie. Masyarakat pendatang tinggal di rumah sanak famili atau kerabat dekat di Kota Calang atau Krueng Sabee.

Untuk masuk ke kawasan Desa Panggong atau lokasi penambangan tidak mudah karena harus melewati pos penjagaan oleh warga setempat. Penambang yang ingin memasuki lokasi harus meninggalkan indentitas diri, seperti KTP.

“Siapapun yang ingin ke lokasi melakukan penambangan, silakan saja. Akan tetapi, para penambang harus tinggalkan KTP. Tujuannya agar jumlah penambang bisa dikontrol dan bisa dicari kalau tidak kembali,” kata Irwansyah, tokoh pemuda setempat.

Di lokasi penambangan, tidak diperbolehkan bermalam dengan alasan keamanan. Bahkan di kawasan dekat pertambangan emas itu ada bekas gubuk terbakar. Gubuk itu dibakar warga agar tidak ada yang menginap. “Dulu ada masyarakat membandel, pada malam hari masih menambang. Kita khawatir mereka dimangsa binatang buas seperti harimau atau terkubur tanah galian saat menambang. Gajah juga sering berkeliaran di lokasi itu,” ujar Irwansyah.

Karena dilarang bermalam, maka setiap sore terlihat rombongan penambang keluar dari lokasi sambil menggendong atau menjunjung goni berisi batu untuk dibawa ke lokasi-lokasi penggilingan batu yang semakin menjamur di Kecamatan Krueng Sabee. Dari dalam batu itulah––jika memang beruntung––mereka mendapatkan bijih-bijih emas untuk penyambung kehidupan.

Ritme kehidupan benar-benar telah berubah di sebuah kawasan pedalaman Aceh Jaya bernama Gunong Ujeuen. Jika dulu warga setempat menggantungkan hidup dari hasil hutan––terutama kayu––kini harapan untuk berubah mulai memancar dari bongkah-bongkah batu.(*)

Komentar (1) »

Permen 33/2006 Tentang CBM Segera Dirombak


http://www.majalahtambang.com, 18 Juni 2008

Cadangan minyak dan gas bumi semakin menipis. Saat bersamaan, harga bahan bakar minyak terus melonjak. Mengatasi kesulitan itu, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengembangkan energi baru, yakni coal bed methane (CBM) atau gas metana batu bara.

Pemerintah akan merombak aturan-aturan mengenai pengembangan CBM (coal bed methane) di Indonesia yang terangkum dalam Permen No 33/2006. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, ada dua masalah yang menjadi fokus utama. Kedua masalah itu adalah tumpang tindih antara lahan pertambangan batubara dengan CBM dan masalah bagi hasil (split).

“Pemerintah menyadari beberapa isu seperti tumpang tindih antara konsesi migas dengan pertambangan dan bagi hasil. Dari rapat tadi diputuskan dibentuk tim kecil untuk merapatkannya dengan seluruh stakeholder, masukkannya seperti apa,” katanya disela-sela diskusi mengenai CBM di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 17 Juni 2008 malam.

CBM merupakan gas methane yang terperangkap dalam lapisan batubara. Melalui Permen No 33/2006 diputuskan pengembangan CBM diperlakukan seperti rejim migas, bukan batubara. Dalam Permen tersebut, jika terdapat tumpang tindih, maka pengembang yang baru harus meminta izin kepada pengembang lama yang sudah beroperasi di lokasi tersebut.

Menanggapi hal ini, Dirjen Minerbapabum Simon F. Sembiring mengakui banyak perusahaan pengembang konsesi yang memanfaatkan aturan itu sehingga memperlambat persetujuan. “Minta izin sih minta izin, tapi masa sampai minta saham kosong segala. Sudah nggak bener itu, makanya mau kita ubah harganya,” kata Simon di acara yang sama. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Bijih Besi

Pendahuluan

Besi merupakan logam kedua yang paling banyak di bumi ini. Karakter dari endapan besi ini bisa berupa endapan logam yang berdiri sendiri namun seringkali ditemukan berasosiasi dengan mineral logam lainnya. Kadang besi terdapat sebagai kandungan logam tanah (residual), namun jarang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Endapan besi yang ekonomis umumnya berupa Magnetite, Hematite, Limonite dan Siderite. Kadang kala dapat berupa mineral: Pyrite, Pyrhotite, Marcasite, dan Chamosite.

Beberapa jenis genesa dan endapan yang memungkinkan endapan besi bernilai ekonomis antara lain :

1. Magmatik: Magnetite dan Titaniferous Magnetite

2. Metasomatik kontak: Magnetite dan Specularite

3. Pergantian/replacement: Magnetite dan Hematite

4. Sedimentasi/placer: Hematite, Limonite, dan Siderite

5. Konsentrasi mekanik dan residual: Hematite, Magnetite dan Limonite

6. Oksidasi: Limonite dan Hematite

7. Letusan Gunung Api

Dari mineral-mineral bijih besi, magnetit adalah mineral dengan kandungan Fe paling tinggi, tetapi terdapat dalam jumlah kecil. Sementara hematit merupakan mineral bijih utama yang dibutuhkan dalam industri besi. Mineral-mineral pembawa besi dengan nilai ekonomis dengan susunan kimia, kandungan Fe dan klasifikasi komersil dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

Tabel mineral-mineral bijih besi bernilai ekonomis

Mineral

Susunan kimia

Kandungan Fe (%)

Klasifikasi komersil

Magnetit

FeO, Fe2O3

72,4

Magnetik atau bijih hitam

Hematit

Fe2O3

70,0

Bijih merah

Limonit

Fe2O3.nH2O

59 – 63

Bijih coklat

Siderit

FeCO3

48,2

Spathic, black band, clay ironstone

Sumber : Iron & Ferroalloy Metals in (ed) M. L. Jensen & A. M. Bafeman, 1981; Economic Mineral Deposits, P. 392.

Besi primer ( ore deposits )

Proses terjadinya cebakan bahan galian bijih besi berhubungan erat dengan adanya peristiwa tektonik pra-mineralisasi. Akibat peristiwa tektonik, terbentuklah struktur sesar, struktur sesar ini merupakan zona lemah yang memungkinkan terjadinya magmatisme, yaitu intrusi magma menerobos batuan tua. Akibat adanya kontak magmatik ini, terjadilah proses rekristalisasi, alterasi, mineralisasi, dan penggantian (replacement) pada bagian kontak magma dengan batuan yang diterobosnya. Baca entri selengkapnya »

Komentar (15) »

TATA CARA EKSPLORASI

Pada dasarnya, kegiatan penyelidikan cebakan mineral dilakukan secara bertahap. Tahapan kegiatan ini dilakukan terutama dikaitkan dengan sasaran yang akan dicapai, seperti besarnya anggaran awal yang cukup besar, dan lain-lain. Secara umum tahapan tersebut dituangkan dalam tatacara eksplorasi dan tahapan eksplorasi.

Kegiatan sebelum pekerjaan lapangan
Kegiatan sebelum pekerjaan lapangan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai prospek cebakan mineral. Kegiatan ini meliputi studi literatur dan penginderaan jarak jauh. Penyediaan peralatan antara lain peta topografi, peta geologi, alat pemboran inti, alat ukur topografi, palu dan kompas geologi, loupe, magnetic pen, GPS, pita ukur, kamera, alat gali, magnetometer, kappameter dan peralatan geofisika, Alat tulis, tas lapangan, dan kantong sample, cangkul, linggis, balincong, parang serta alat pendukung lainnya.

Kegiatan Pekerjaan Lapangan

Kegiatan pekerjaan lapangan yang dilakukan adalah penyelidikan geologi meliputi pemetaan; pembuatan paritan dan sumur uji, pengukuran topografi, survey geofisika dan pemboran inti.


Kegiatan setelah pekerjaan lapangan

Kegiatan setelah pekerjaan lapangan yang dilakukan antara lain

* Analisis Laboratorium (meliputi analisis kimia dan fisika)

* Pengolahan Data

* Penentuan Sumber Daya dan Cadangan

* Pembuatan laporaN

Rangkaian eksplorasi dan pelaporan

Dalam melakukan eksplorasi sumberdaya alam (logam, nonlogam dan bahan galian industri), terdapat beberapa rangkaian kegiatan eksplorasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan data pendukung sebagai input guna mendapatkan hasil dari daerah prospek dan cadangan.

Adapun rangkaian kegiatan eksplorasi meliputi pemetaan geologi, pengukuran topografi, dan pengukuran geofisika (geomagnet dan geolistrik dipole-dipole).

1. Pemetaan Geologi

* Landsat, analisa foto udara, citra landsat, berguna untuk melihat kemungkinan-kemungkinaterdapatnya aspek mineralisasi;

* Mapping, pemetaan geologi permukaan (pemetaan tinjau, semi detail, detail, pengukuran penampang stratigrafi). Daerah yang memiliki fitur sama dengan daerah yang telah ditambang akan memberikan kandungan sumberdaya yang hampir sama;

* sumur uji (Testpit) dan paritan, berguna untuk mendapatkan data-data atau melihat ekstensi litologi batuan secara vertikal.

2. Pengukuran Topografi

Metoda yang digunakan pada pengukuran topografi dipergunakan yaitu poligon tertutup. Peralatan yang digunakan adalah Theodolite (T-0) yang banyak dipergunakan untuk pengukuran di lapangan baik untuk perencanaan bangunan, irigasi, jalan raya, transmigrasi, bendungan, lapangan terbang dan lainnya. Poligon tertutup menggunakan satu titik ikat yang mana merupakan titik pertama juga merupakan titik terakhir dengan membuat titik ikat bantu yang berjarak 50 meter antar titik ikat yang satu dengan yang lainnya baik ke arah depan/belakang dengan spasi 20 meter ke arah samping kiri/kanan dengan tujuan untuk membuat peta grid topografi sehingga mempermudah untuk menentukan lokasi titik test pit, pengambilan conto, dan pengukuran geofisika.

3. Pengukuran Geofisika

Pengukuran geofisika merupakan kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan geologi. Metoda pengukuran geofisika yang dilakukan terdiri dari dua metoda yaitu geomagnet dan geolistrik.

Pengukuran geofisika dimaksudkan untuk mendapatkan data dan menentukan model geologi bawah permukaan yang ditampilkan dalam bentuk peta anomali geomagnet, peta anomali geolistrik, penampang geomagnet, dan penampang geolistrik.

a. Geomagnet

Metoda ini didasarkan pada perbedaan tingkat magnetisasi suatu batuan yang diinduksi oleh medan magnet bumi. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya perbedaan sifat kemagnetan suatu material. Kemampuan untuk termagnetisasi tergantung dari susceptibilitas magnetik masing-masing batuan. Harga Susceptibilitas ini sangat penting didalam pencarian benda anomali, karena sifatnya yang sangat khas untuk setiap jenis mineral atau mineral logam. Harganya akan semakin besar bila jumlah kandungan mineral-mineral magnetik pada batuan semakin banyak.

Pengukuran magnetik dilakukan pada lintasan ukur yang tersedia dengan interval antar titik ukur 10 m dan jarak antar lintasan 40 m. Batuan dengan kandungan mineral-mineral tertentu dapat dikenal dengan baik dalam eksplorasi geomagnet, yang dimunculkan sebagai anomali. Anomali yang diperoleh merupakan hasil distorsi pada medan magnetik yang diakibatkan oleh material magnetik dari kerak bumi atau mungkin juga dari bagian atas mantel.

b. Geolistrik (Metoda Resistivity Dipole-Dipole)

Dalam pengukuran geolistrik dilakukan pengukuran di sepanjang lintasan ukur yang telah dibuat sebelumnya oleh tim topografi. Jarak antar titik ukur yaitu 10 m, sedangkan jarak antar lintasan adalah 50 m.

Pengukuran geolistrik bertujuan untuk mengetahui variasi harga tahanan jenis semu batuan bawah permukaan yang mencerminkan adanya perbedaan jenis lapisan batuan.

Bila arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua buah elektroda arus, kemudian diukur peda potensial yang ditimbulkan oleh adanya injeksi arus tersebut pada dua buah elektroda potensial, maka akan diperoleh harga tahanan jenis semu berdasarkan susunan elektroda dipole-dipole.

Nilai resistivitas yang dihitung bukanlah nilai resistivitas bawah permukaan yang sebenarnya, namun merupakan nilai semu yang merupakan resistivitas dari bumi yang dianggap homogen yang memberikan nilai resistansi yang sama untuk susunan elektroda yang sama. Hubungan antara resistivitas semu dan resistivitas sebenarnya sangat komplek (Loke, 2000), sehingga untuk menentukan nilai resistivitas bawah permukaan yang sebenarnya diperlukan perhitungan secara inversi dengan menggunakan bantuan komputer.

Harga tahanan jenis semu yang terukur dipengaruhi oleh adanya perbedaan harga tahanan jenis masing-masing lapisan batuan bawah permukaan.

Untuk mengukur variasi harga resistivitas semu (tahanan jenis semu) perlapisan batuan di bawah permukaan bumi dengan menggunakan metoda dipole-dipole, maka dilakukan penempatan sepasang elektroda arus ( A dan B ) dan sepasang elektroda potensial ( M dan N) di permukaan bumi pada satu garis lurus, dimana untuk elektroda-elektroda arus A dan B diletakkan berdekatan demikian juga elektroda-elektroda potensia M dan N.

Pelaporan

Hasil dari penyelidikan semua tahapan eksplorasi dituangkan dalam sebuah laporan akhir penyelidikan. Pembuatan laporan ini merupakan kegiatan terakhir seluruh pekerjaan eksplorasi yang berisi uraian teknis dan non-teknis. Laporan terdiri dari bab–bab yang berisi Pendahuluan, Kegiatan penyelidikan, Hasil Penyelidikan dan Kesimpulan. Laporan dilengkapi dengan sari, daftar isi, daftar gambar, daftar foto, daftar tabel dan lampiran, serta daftar pustaka.

Komentar bertahan »

Politik Bantuan AS

aceh incaran asingAdakah Makan Siang Gratis?

Dikutip dari http://www.modusaceh-news.com

Kecurigaan adanya “udang dibalik batu” dari bantuan Amerika Serikat untuk Aceh, bukanlah cerita baru. Berdalih mencari korban tsunami, negara itu mengoperasikan pesawat P-3 Orion, dengan empat mesin turboprop (balingbaling turbo), yang diterbangkan dari pangkalannya di Utapao, Thailand.

Dan, hasilnya Aceh memang dapat bangkit dari keterpurukan. Dari segi politik dan keamanan misalnya, kini betul-betul di atas awan. Masyarakat senang. Sektor ekonomi, perlahan-lahan mulai membaik. Namun, selesaikah semua permasalahan? Tunggu dulu! Paska tiga tahun bencana menghantam negeri Serambi Mekkah, Aceh terlihat semakin seksi dan berisi di mata asing. Terkuaknya berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah, ditambah posisi strategis dari sisi geopolitik, Aceh menjadi target dari bangsa asing. Semua itu, semakin mentasbihkan kalau Aceh menjadi incaran lahan bisnis berbagai negara, khususnya Amerika Serikat. Pesawat P-3 Orion terbilang pesawat super canggih. Jenis pesawat ini dikembangkan oleh Lockheed untuk kepentingan militer AS. Dilengkapi berbagai peranti canggih untuk kepentingan pengintaian dan patroli jarak jauh. Sejatinya pesawat ini merupakan pesawat patroli jarak jauh anti kapal selam (antisubmarine warfare/ASW). Kelebihan pesawat ini, dilengkapi peranti sensor pelacak seperti directional frequency and ranging sonobuoys dan pelacak anomali magnetik (magnetic anomaly detection). Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »