Heboh Penambangan Emas di Krueng Sabee

Gunong Ujeuen Diserbu

batu gunung ujeun

Serambi : 20/11/2008

CALANG – Gunong Ujeuen, sebuah kawasan pegunungan di Desa Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, sejak dua pekan terakhir menjadi buah bibir. Kawasan pedalaman yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Calang (ibukota Aceh Jaya) itu diserbu masyarakat dari berbagai penjuru untuk mencoba peruntungan mendapatkan bijih emas dari ongkahan-bongkahan batu. Wartawan Serambi, Muhammaddiyah Nurdin dan fotografer Muhammad Anshar, Sabtu 15 November berangkat ke Calang dan selanjutnya ke Gunong Ujeuen untuk melihat secara langsung geliat masyarakat melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional.

Jarak Calang-Panggong 24 kilometer dengan kondisi ruas jalan berbatu. Selanjutnya dari Panggong ke Gunong Ujeuen (lokasi penambangan) sejauh enam kilometer melewati bekas jalan HPH yang naik turun dan dipenuhi kubangan lumpur yang kedalamannya mencapai 50-70 centimeter. Untuk mencapai Gunong Ujeuen, selain dengan jalan kaki juga harus menggunakan kendaraan khusus berpenggerak empat roda.

Di Gunong Ujeuen, saat ini ada empat titik penambangan rakyat dengan jarak antara 500 meter hingga 1 kilometer dari satu titik ke titik lainnya. Jika melihat dari atas, kawasan pegunungan itu bagaikan dikerumuni jutaan semut. Seribuan manusia, mulai anak-anak hingga orangtua, setiap hari menggali tanah mencari bebatuan emas. Bahkan, masyarakat dari luar Aceh Jaya, juga tidak mau ketinggalan merambah ke kawasan itu. Masyarakat setempat sangat terbuka, asal bisa menyesuaikan dengan ‘aturan’ yang mereka buat.

Masyarakat luar daerah yang ikut menyerbu ke Gunong Ujeuen, di antaranya dari Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Barat, Singkil, dan Pidie. Masyarakat pendatang tinggal di rumah sanak famili atau kerabat dekat di Kota Calang atau Krueng Sabee.

Untuk masuk ke kawasan Desa Panggong atau lokasi penambangan tidak mudah karena harus melewati pos penjagaan oleh warga setempat. Penambang yang ingin memasuki lokasi harus meninggalkan indentitas diri, seperti KTP.

“Siapapun yang ingin ke lokasi melakukan penambangan, silakan saja. Akan tetapi, para penambang harus tinggalkan KTP. Tujuannya agar jumlah penambang bisa dikontrol dan bisa dicari kalau tidak kembali,” kata Irwansyah, tokoh pemuda setempat.

Di lokasi penambangan, tidak diperbolehkan bermalam dengan alasan keamanan. Bahkan di kawasan dekat pertambangan emas itu ada bekas gubuk terbakar. Gubuk itu dibakar warga agar tidak ada yang menginap. “Dulu ada masyarakat membandel, pada malam hari masih menambang. Kita khawatir mereka dimangsa binatang buas seperti harimau atau terkubur tanah galian saat menambang. Gajah juga sering berkeliaran di lokasi itu,” ujar Irwansyah.

Karena dilarang bermalam, maka setiap sore terlihat rombongan penambang keluar dari lokasi sambil menggendong atau menjunjung goni berisi batu untuk dibawa ke lokasi-lokasi penggilingan batu yang semakin menjamur di Kecamatan Krueng Sabee. Dari dalam batu itulah––jika memang beruntung––mereka mendapatkan bijih-bijih emas untuk penyambung kehidupan.

Ritme kehidupan benar-benar telah berubah di sebuah kawasan pedalaman Aceh Jaya bernama Gunong Ujeuen. Jika dulu warga setempat menggantungkan hidup dari hasil hutan––terutama kayu––kini harapan untuk berubah mulai memancar dari bongkah-bongkah batu.(*)

4 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    TNS berkata,

    Mudah-mudahan masyarakat aceh jaya dapat berkembang perekonomiannya dengan adanya suatu anugerah yang terdapat di gunong ujeun. Amin……………

    Bagi pemda setempat harus ikut berperan sebagai pengontrol lokasi gunong ujeun tersebut supaya tidak terjadi penambangan liar (PETI). Yang berperan aktif di dalamnya adalah DISTAMBEN setempat. Kalo memang pemda setempat memungkinkan memasukan investor lebih baik lagi supaya lokasi tersebut di kelola dengan baik, baik segi pendapatan daerah maupun tenaga kerja serta K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja).

    Andai tidak ada investor yang berminat pemda setempat membuat KP WPR (Wilayah Penambangan Rakyat).

    wassalam

  2. 2

    noordin berkata,

    Saya amat berminat investor di aceh, boleh saya pengalaman proses emas, saya sudah sampai di melaboh, pergi ke Makam Omar Pahlawan dan Malaikul Saleh dah tidur di 5 Beradik. amat lah indah pada tahun 2007 dan saya kepingin nak kesana saya ramai kawan orang aceh di Malaysia dan Di Aceh.
    Boleh Kontak saya

  3. 4

    Pencemaran merkuri (Hg) sudah pasti akan memberikan sub efek nagi generasi penerus krueng sabee khususnya. toksisitas merkuri ini dapat terdi langsung melalui rongga pernafasan dan bisa pula melalui bahan makanan yang kita konsumsi, seperti ikan, lokan (kerang) atau secara umum hewan air yang ada di sepanjang DAS krueng sabee….yang paling berbahaya adalah pada zona hilir (muara sungai), wilayah tersebut merupakan wilayah akumulasi Hg terbanyak, sehingga saya menyarankan untuk tidak memakan hasil tangkapan di zona tersebut. Kosep dasar ketersediaan merkuri dalam limbah di perairan umum yaitu Hg dapat menjadi komponen methylmercury (CH3-Hg) yang memiliki sifat racun dan daya ikat yang kuat akibat diubah oleh aktifitas mikroorganisme, di samping itu kelarutannya yang tinggi biasanya dalam tubuh hewan air (Widowati et al., 2008). Darmono (2006) menambahkan bahwa toksisitas lain senyawa ini adalah sangat stabil dalam proses metabolisme dan mudah menginfiltrasi jaringan yang sukar ditembus, misalnya otak dan placenta pada orang dewasa maupun anak, selain itu toksisitas Hg menyebabkan penderita biasanya mengalami tremor, dan jika terus berlanjut dapat menyebabkan pengurangan pendengaran, penglihatan, dan daya ingat.kasus minamata di jepang merupakan kasus toksisitas Hg yang paling dahsyat. Minamata disese di jepang ini mengakibatkan toksisitasnya selama 7 tahun yaitu dari 1953 – 1960, penderita adalah masyarakat nelayan yang tinggal di kota pesisir Minamata di pulau Kyushu (Minamata Bay), Hg ini telah mengakibatkan cacat bawaan pada bayi (penyakit minamata), menurut darmono (2008) 111 orang diperkirakan cacat dan 43 orang diantaranya meninggal, 19 bayi yang lahir cacat. Pertanyaanya SAUDARAKU DI ACEH JAYA, TEPATNYA KAWASAN KRUENG SABEE JUGA INGIN IKUT BAGIAN…….?dan ingin di catat di sejarah peradapan dunia.


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.