Penambangan Emas Rakyat di Aceh Jaya

Penggalian Meluas ke Gunong Alue Peuleukong
Serambi Indonesia, 7 November 2010
CALANG – Penambangan emas rakyat di Aceh Jaya, yang sebelumnya hanya terpusat di kawasan Gunong Ujeuen, Kecamatan Krueng Sabe, dilaporkan kini meluas hingga ke Gunong Alue Peuleukong, di Desa Ie Jeureuneh, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya.

Proses ekspansi di sektor penambangan rakyat wilayah tersebut, diduga semakin menyempitnya area yang bisa digali di kawasan Gunong Ujeuen. Selain itu, deposit atau kandungan emas juga semakin menipis, sehingga para penambang mencari lokasi baru dengan melakukan penambangan di kawasan Gunong Alue Peuleukong.

Berdasarkan keterangan Keuchik Ie Jeurengeh, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Khairul Anwar, penambangan di lokasi yang termasuk dalam wilayah desa yang dipimpinnya itu mulai dilakukan awal Ramadhan 1431 Hijriyah lalu. “Saat ini, jumlah penambang yang mengincar bebatuan mengandung emas itu terus bertambah,” katanya kepada Serambi, di Calang, Aceh Jaya, Sabtu (6/11).

Dikatakannya, jarak tempuh dari simpang Kuala Ligan di Desa Ie Jerengeh, ke lokasi penambangan Gunong Alue Peuleukong sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. “Namun, untuk bisa mencapai lokasi penggalian, para penambang harus berjalan kaki dengan melewati perbukitan kecil yang memakan waktu 15-20 menit,” ujar Khairul Anwar.

Menurut Khairul, penambangan emas rakyat yang mulai dieksploitasi oleh sebagian besar warga setempat dan sejumlah penambang yang sengaja datang dari luar Aceh Jaya, di kawasan Gunong Alue Peuleukong tersebut memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. “Kandungan emas di bebatuan Gunong Alue Peuleukong ini, menurut sejumlah penambang, cukup lumayan,” katanya.

Kondisi itulah yang menurut Khairul, jumlah penambang dari hari ke hari terus bertambah, baik yang dilakukan oleh warga setempat maupun mereka yang sengaja datang dari luar Aceh Jaya. “Penggalian di lokasi yang baru ini, sekarang menjadi sumber pendapatan perekonomian bagi warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Ditambahkan, teknik pengambilan batu emas hampir serupa dengan pengalian yang dilakukan di Gunong Ujeuen, yakni melakukan penggalian dengan kedalaman 10-15 meter yang di dalam satu lubang dibuat lagi 3-5 terowongan. “Mungkin karena masih baru, tingkat kedalaman dan jumlah terowongan belum membahayakan sebagaimana terlihat di kawasan Gunong Ujeuen,” pungkas Keuchik Ie Jeureuneh itu.(c45)

About these ads

1 Tanggapan so far »

  1. 1

    yasir berkata,

    Perlu adanya penanganan yang cepat dan tepat berkaitan dengan penambangan rakyat ini. Sehingga dampak yang mungkin akan timbul kemudian dapat dicegah


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: