Buku Tamu
Disini rekan-rekan sekalian boleh memberikan saran, kritik atau informasi terkait website ini, atau lembaga LPSIPA ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
15 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
Disini rekan-rekan sekalian boleh memberikan saran, kritik atau informasi terkait website ini, atau lembaga LPSIPA ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
RSS Komentar · URI Lacak Balik
junaidi berkata,
November 22, 2008 @ 3:42 pm
tulisan ini adalah berita terbaru dari kegiatan
eksplorasi yang dilakukan oleh East Asia Minerals di Aceh
Key developments
East Asia Minerals Intersects 14 Metres of 6.31 g/t Gold and Further Expands Abong Gold System
11/11/2008
East Asia Minerals Corporation reported drill results, including 14.0 metres of 6.31 g/t gold in ABD-91, from its Abong Gold Project located in Aceh Province, Indonesia. This recent drilling confirms the presence of another high-grade gold zone within the extensive flat lying and near surface Abong mineralized system which remains open in both strike directions. The 2008 Abong drill program is completed with the drilling of over 10,000 metres in 128 holes. This work will provide sufficient data to calculate a preliminary resource estimate during the first half of 2009. The mineralization is still open along strike and potential is high for the discovery of significant new gold zones within extensions of the Abong structural trend. Abong Drill Update: The Abong system, as defined to date, is contained within a major northwest trending corridor up to 800 metres wide and currently traceable for over 2.0 kilometres. Gold mineralization drilled to date at Abong occurs within a flat lying, near surface jasperoid sheet. This expansive blanket contains a series of elongated, northeast oriented higher grade (4 to 6 g/t) gold zones that are surrounded by extensive areas of 0.5 to 1.5 g/t gold mineralization. Recent infill and step-out drilling in the centrally located Bulan Gold Zone confirmed the presence of another high-grade, northeast trending gold zone with hole ABD-91intercepting 14.0 metres of 6.31 g/t gold in the vicinity of the sink hole area.
East Asia Minerals Expands Miwah Gold Zone and Discovers Satellite Zone
10/22/2008
East Asia Minerals Corporation continues to encounter significant gold intercepts from trench sampling at its Miwah Gold Project located in Aceh Province, North Sumatra, Indonesia. These results, including 6 metres of 6.67 g/t gold, 12 metres of 2.14 g/t gold, 12 metres of 3.16 g/t gold and 34 metres of 1.81 g/t gold, are from the eastern half of the Miwah Bluff area and from the Block M area to the east, which have a contiguous strike length of over 1,000 metres. A new zone of mineralization has also been discovered 2.2 kilometres northeast of the Miwah Gold Zone. Additional encouraging assay results have been received from channel sampling in trenches at the Miwah Gold Zone. Rock sawn channel sampling focused on the eastern side of Miwah Bluff returned consistently strong gold mineralization, hosted specifically in vuggy silica altered breccias and volcanic rock. The first batch of assays for chip channel sampling at Block M, located 300 metres east of Miwah Bluff, have also returned encouraging gold intervals, specifically related to vuggy to massive silica ledges. These features were sampled along the approximate base of the sub-horizontal silica cap. Large sections of the impressive, plus 150 metres high by 500 metres long, near vertical silica wall above the surveyed area remain un-sampled. Integration of recent encouraging trench results and historical work, combined with ongoing detailed surface mapping and sampling will form the basis for selecting optimum drill targets which are anticipated to be drill tested in first quarter of 2009.
Teuku Samsul Bahri berkata,
Februari 2, 2009 @ 1:58 pm
Saya Samsul dari lembaga Eye on Aceh, saat ini kami sedang mengumpulkan informasi yang terkait dengan dunia pertambangan Aceh, seperti siapa dan melakukan apa dan sejauh mana proses perizinan meraka, dan hal-hal terkait dengan kegiatan sejumlah perusahaan pertambangan yang sudah mengantongi KP di Aceh.
Kami ingin berbicara dengan salah seorang perwakilan dari lembaga ini, dimana kami bisa menghubungi dan siapa yang paling cocok dan berkenan untuk di hubungi untuk masalah ini.
terimakasih
Samsul
sury4 berkata,
Februari 2, 2009 @ 2:28 pm
Terima kasih pak Samsul, kebetulan untuk saat ini yang bertanggung jawab untuk LPSIPA masih saya, dan kalau ada hal-hal yang Bapak perlukan dapat tanyakan ke saya.
Rijal_akun berkata,
Februari 22, 2009 @ 1:16 am
assalamualaikum, wr.wb.
salam tambang….
perkenalkan, saya alumni teknik pertambangan, dari institut teknologi medan, juga salah satu staff di LPSIPA.
pertama x ucapan terima kasih buat saudara Yasir, ST. atas pengembangan informasi dunia pertambangan aceh melalui blog LPSIPA.
LINGKUNGAN vs PERTAMBANGAN vs PEMERINTAH
komentar saya.
berbicara tentang pertambangan, di Aceh khusus nya adalah hal yang sangat menarik, ketika banyak organ2 yang gencar dengan isu lingkungannya, tetapi dari sisi lain, aceh juga sedang gencar menarik banyak investor luar untuk menanamkan modalnya di aceh…pertanyaannya, langkah apa yang harus diperbuat pemerintah?
dilihat dari perkembangan industri pertambangan di aceh, kita jauh sekali masih ketinggalan jika dibandingkan dengan daerah2 lainnya…mereka telah menjadi industri ini sebagai main income bagi pertumbahan ekonomi daerah, pendapatan daerah meningkat, penambahan lapangan kerja dan infrasturktur dan sebagainya. dan ini masih sangat berbanding terbalik dengan kondisi pertambangan di aceh saat ini. Ribuan hektar KP yang dikeluarkan, tapi sampai saat ini adakah peran mereka dalam peningkatan pendapatan buat daerah ?? ini menjadi permalahan…dan menyisakan pertanyaan2, jangan2 perusahaan cuma mengambil untung nya saja, atau pun perusahan tidak siap apalagi menghadapi krisis global saat ini..
oke, kadang kita bisa memaklumi, kita akui usaha pertambangan di aceh masih muda, dan jauh bila dibandingkan dengan daerah2 lainnya, mungkin yang harus menjadi catatan pemerintah adalah agar lebih selektif lagi pada saat pemberian izin KP terhadap perusahaan2 yang akan masuk. sehingga yang kita harapkan adalah adanya perusahan2 yang betul2 serius dalam menanggani pertambangan di aceh..
kemudian jika kita kembali kepada kepermasalahan awal, faktor lingkungan juga menjadi aspek yang sangat diperhitungkan dalam usaha pertambangan. hal ini kadang2 menimbulkan keresahan2 dalam tingkatan masyarakat. dan itu dikerenakan kurang nya sosialisasi terhadap masyarakat dan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap dunia pertambangan. semua usaha ada aspek negatif dan positifnya, begitu juga dengan pertambangan. kita sangat sepakat dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah, Green Mining, nah hal ini menjelaskan bahwa adanya pengalakkan usaha pertambangan oleh pemerintah, dengan catatan aspek lingkungan diperhatikan, dan akhirnya fungsi hutan sendiri tetap terjaga.
inti yang ingin kita sampaikan adalah kita sangat mengharapkan, baik itu dari pihak Pemda dan juga investor agar adanya sebuah keseriusan dalam menanggani usaha pertambangan di aceh, banyak aspek yang harus dipertimbangkan, dan itu harus betul2 diperhatikan dari sekarang bukan menunggu harus jatuhnya para korban lagi.
kemudian terakhir, saya juga mengajak untuk semua pihak agar bisa bergabung dengan blog ini, memberikan saran,kritikan, wacana dan informasinya mengenai pertambangan tentunya yang bersifat membangun.
wassalam.
Rijal
marihuanie berkata,
April 24, 2009 @ 7:51 am
keren
noordin berkata,
Desember 11, 2009 @ 9:04 pm
Saya Noordin dairi Malaysia amat berminat untuk kerjasama dengan kawasaan tuan dan Bukpati di Kawasaaan Calang, saya pernah ke Calang, , Lalu dari medan ke Bernun. lalu Tangse tidur di 5 beradik dan pergi melawat makan Omar pahlawan dan lalu melaboh , tapak tuan dan singkiil didapati daya amat terharu dampai kini jika terkenangkan perjalanan selama semingu singah rumah kampongan omar pahlawan saya tak ingat kampongnya selepas turun gunung -ganang dan melalui sungai mas dan bergambar di jambatan jam 87.30 pagi dan sampai di makan pahlawan pada tepat 8.30 pagi. saya sempat lihat hutan-hutan tebal asli dan gunung -gunung . menaiki 4 roda bersama 4 orang kenalan, saya melawai keliling aceh pada 2007 , tapi selallu sampai dekat aja kat loksomewe , langsa udah 8 kali , kalu orang aceh ngomong saya faham sedikit lah , kerana percamporan serumah orang aceh di Malaya . tapi dibahagian barat aceh agak berlainan bahasanya.
Saya ada pengalaman dan mesin- mesin untuk proses pertambangan emas, boleh lah kontek saya dihp +60173466118. Kenalan saya ramai dimerata aceh terutama di Loksomewe , Banda , langsa untuk cari investai bersama, juga kenalan debgan Bukpati Aceh email saya email nogososro2020@yahoo.com.my kalau boleh saya lawat kawasaan untuk invertasi boleh lah, Terima Kasih
Rama berkata,
Februari 18, 2010 @ 10:34 am
Blog yang bagus untuk pengembangan tentang pertambangan di Aceh, mengingat Aceh masih dalam tahapan revitalisasi,investor masih byk yang fresh,juga pasca konflik. Sukses terus buat LPSIPA.
Wassalam,
Rama
-Geologist-
sury4 berkata,
Februari 18, 2010 @ 10:46 am
Terima kasih pak Rama, Sukses juga buat bapak. Mudah2an bisa sama-sama membangun Aceh kedepan menjadi lebih baik.
salam,
lukmanskom berkata,
Februari 24, 2010 @ 12:56 pm
saya moh lukman saya bisa mengolah ores gold dengan ramah lingkungan sysytem HIDROMETALURGI senyawa kimia yang tak membahayakan dan terurai dengan H2O/air jadi disamping emas untuk kemakmuran warga sekitar dan PAD juga goal tendingnya adalah tdk merusak /mencemari lingkungan jika berkenan saya mau kerjasama dgn ilmu saya tuk kemandirian ACEH hub saya di 021-97886940 dan 0813 87278364 dari 1 ons batu aceh yang sdh saya proses dapat 1/4 gr kadar 24 gram wow…….masya allah…..coba kalau tuk PAD dan kemakmuran bersama …..saya mau kerjasama…secara profesional ok
Ismayadi berkata,
Juli 25, 2010 @ 5:08 pm
Lukman jangan pernah berbicara pengolahan dengan system apapun dengan Pemerintah Aceh…karena mereka tidak pernah perduli dengan penambang Rakyat..bicara bagaimana kita dapat memberikan kontribusi untuk kemakmuran mereka ini baru sangat ditanggapi…saya pun pernah test lab terhadap limbah hasil pengolahan salah satu daerah di Aceh Selatan dan ternyata dalam limbah tersebut masih terdapat 38 ppm (Lab UI)…tapi percuma hal ini di shearing dengan mereka yang buta tuli. trims pak lukman atas infonya…nanti saya akan hubungi untuk berbicara pengolahan lebih lanjut
Ismayadi
HP 081269897171
yoseph sismanto berkata,
Agustus 30, 2010 @ 1:04 pm
dengan hormat,
kami segenap teman teman di lembaga study gunung ema TUNGGUL WULUNG, JAWA TIMUR, ingin berkenalan dengan teman-teman di aceh, sebab disana sudah berpengelaman sedangkan kami baru saja terbentuk. walau lembaga tempat bernaung yakni yayasan pelayanan dan penge mbangan masyarakat desa sudah
berdiri sejak tahun 1985.
terimakasih atas perhatiannya.
hormat kami,
yoseph sismanto
perum dirgantara permai I c no. 9 kota malang, jawa timur
omtri berkata,
April 8, 2011 @ 8:37 am
Apa kabar?
Diriku lupa alamat email pak Yasir. Dan saya jarang buka email yahoo.
Bisa kirimi saya alamat email pak Yasir? Silahkan di kirim ke :
Tri.Permadi@petrosea.com
de'balu berkata,
April 8, 2011 @ 6:39 pm
membangun aceh menjadi lebih baik tidak harus dgn tambang.
yasir berkata,
April 9, 2011 @ 9:06 am
Memang benar tidak harus dengan tambang, tapi bagaimana memanfaatkan potensi yang ada itu yang terpenting. Aceh memiliki potensi SDA, hal ini tentunya dapat sebagai modal untuk peningkatan perekonomian rakyat APABILA dikelola dengan benar. Kalau lantas ternyata disuatu daerah ada tambang dan rakyatnya belum sejahtera itu artinya ada sesuatu yang salah. Dengan kata lain bukan tambangnya yang salah tapi sistem pengelolaannyalah yang salah….
http://lpsipa.wordpress.com/2009/11/25/menjadikan-aceh-kaya-seutuhnya/
Tangse Ceudah berkata,
Juli 5, 2011 @ 5:10 pm
Dear teman-teman..
Perkenalkan kami dari lembaga Tangse Ceudah, sebuah lembaga yang berbasis di Pidie District, Aceh. Didirikan pada tahun 2002 yang merupakan sebuah lembaga yang bertujuan membantu tercapainya suatu perubahan yang positif dan berdampak panjang bagi kehidupan anak, keluarga dan masyarakat. Wilayah kerja utama kami adalah Tangse, Mane dan Geumpang.
Kita tahu saat ini Tangse, Mane dan Geumpang merupakan daerah pertambangan emas, baik yang dilakukan oleh masyarakat, perusahaan lokal dan internasional.
Untuk itu kami ingin mendapatkan informasi dari rekan-rekan apakah ada yang tahu apakah ada semacam program CSR dari perusahaan terutama perusahaan multinasional yang terlibat dalam penambangan di wilayah tersebut untuk masyarakat sekitar.
Kami sangat berharap teman-teman yang mengetahui dapat berbagi informasi kepada kami, sebagai lembaga lokal yang telah sedikit berpengalaman bekerjasama dengan beberapa INGOs dan NGO Nasional siap menjadi partner di kawasan Tangse, Mane dan Geumpang.
Untuk informasi detail, CP : Mulyadi Age, Ponsel : 085277530500
Email : tangseceudah@gmail.com
Facebook: Tangse Ceudah
Twitter: @tangseceudah
Salam damai, adil dan lestari…
Mulyadi Age
Koordinator Tangse Ceudah