Archive for Pertambangan Aceh

Cadangan Batubara PT Mifa 500 Juta Ton

Serambi Indonesia, Minggu 30 September 2012

MEUALABOH – Pihak manajemen PT Mifa Bersaudara mengakui bahwa cadangan batubara yang mulai ditambang perusahaan itu di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat mencapai 500 juta ton. Dalam waktu dekat ini, batubara sebagai bahan bakar itu segera akan diekspor via Pelabuhan Jetty Meulaboh, ke perusahaan semen PT Andalas Indonesia di Loknga, Aceh Besar.

Penjelasan tersebut diungkapkan Manajer Operasional PT Mifa Bersaudara, Herwandoni di Meulaboh kepada wartawan, Jumat (28/9) setelah menghadiri pertemuan dengan DPRK dan Pemkab. “Untuk cadangan batubara untuk PT Mifa adalah 500 juta ton dengan luas areal sekitar 3.300 hektare lebih,” ungkapnya.Gambar

Ia mengaku, sejauh ini yang segera akan diekspor adalah ke perusahaan semen di Loknga, Aceh Besar. Sedangkan ke daerah lain sedang dalam penjajakan. Namun sebelumnya pihak PT Mifa Bersaudara sudah melakukan penjajakan dengan Perusahan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Suak Puntong, Nagan Raya. Namun PLTU menolak sebab kalori batubara yang ada ini hanya berkisar 3.200-3.300 kkal/kg.

Sebab PLTU, ujar Herwandoni, PLTU Nagan Raya batubara yang dibutuhkan berkalori 4.500-5.000 kkal/kg. “Meski demikian kita tetap berupaya ke depan batubara kita bisa disuplai ke PLTU, sebab dekat dan biaya perjalanan juga lebih murah,” ungkapnya.(riz)

Qanun Tambang Mendesak Disahkan
ANGGOTA DPRK Aceh Barat, Ramli SE, menyatakan qanun tentang tambang sudah sangat mendesak untuk segera disahkan yang kini dalam  tahap pembahasan di DPR Aceh. Sehingga dengan lahir qanun itu maka akan menjadi dasar hukum apalagi saat  ini banyak perusahaan akan menggarap tambang di Aceh Barat. “Qanun tambang itu sudah sangat mendesak,” ujarnya.

Ramli kepada Serambi, Sabtu (29/9) mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi dengan Dinas Pertambangan Aceh bahwa rancangan qanun itu sudah dalam tahap pembahasan di DPR Aceh. Di qanun itu antara lain juga memuat tentang bagi hasil sektor tambang yakni 60 persen ke perusahaan dan 40 persen kepada daerah setempat.

Kata Ramli, di Aceh Barat yang kini sudah dalam tahap produksi adalah tambang batubara di Kecamatan Meureubo. Dengan adanya qanun itu akan menjadi payung hukum. Sebab bagi hasil undang-undang dinilai banyak sekali ke pusat sehingga daerah kecil sekali.

“Selain tambang batubara di Aceh Barat ada beberapa perusahaan lain yang dalam tahap survei baik jenis tambang emas, bijih besi, batubara, dan lainnya,” ujar anggota dewan Komisi B yang juga membidangi pertambangan ini.

Ia menambahkan, kehadiran perusahaan tambang benar-benar bisa membawa manfaat bagi daerah. Seperti di Aceh Besar, dari tambah bijih besi daerah itu mendapat bagi hasil hingga Rp 12 miliar/tahun. “Kita harapkan di Aceh Barat juga demikian dari tambang batubara yang mulai diproduksi oleh PT Mifa Bersaudara ini,” katanya.(riz)

Leave a comment »

Jalan ke Pertambangan PT PSU Dibokir Warga

TAPAKTUAN – Puluhan warga Desa Paya Ateuk, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, memblokir jalan menuju PT Pinang Sejati Utama (PT PSU) di desa tersebut. Aksi ini menyebabkan aktifitas angkutan material batu bijih besi terganggu.

Bobi (30) warga setempat kepada Serambi, Selasa (26/4) mengatakan, aksi pemblokiran ruas jalan dengan kayu di Desa Paya Ateuk itu dilakukan sebagai akumulasi kekecewaan warga terhadap sikap PT PSU yang hingga kini belum menuntaskan masalah ganti rugi tanah warga yang selama ini dijadikannya sebagai perluasan jalan untuk dilalui mobil pengangkut material batu bijih besi dan tanah yang diduga mengandung emas. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Cina Asing Garap Timah Aceh

* Dipergoki Gubernur dan Pangdam
Serambi Indonesia, 10 Maret 2011
BANDA ACEH – Sebanyak 15 warga negara asing (WNA) asal Cina, dipergoki sedang melakukan penambangan timah dalam areal hutan lindung antara Pining-Lokop (Gayo Lues-Aceh Timur), yang konon termasuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Para penggarap timah Aceh asal Cina itu dipergoki rombongan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono, saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah itu, Selasa (8/3).

Gubernur Irwandi Yusuf bersama Pangdam IM Mayjen TNI Adi Mulyono dan kedua istri pejabat tinggi Aceh itu masing-masing, Darwati A Gani dan Nunuk Tri Handayani berada dalam satu mobil Rubicon warna hijau BL 666 JM. Mobil yang langsung disopiri Gubernur Irwandi berada paling depan dari 12 mobil yang ikut dalam rombongan itu.

Saat rombongan sedang melakukan perjalanan menelusuri hutan belantara dengan kondisi jalan tikus –lebar badan jalan hanya paspasan ban mobil– yang penuh kubangan lumpur serta berbatuan cadas dan besar. Tiba-tiba di tengah hutan belantara di pinggir jalan dekat daerah aliran sungai (DAS) Krueng Uring ditemukan sebuah camp yang terbuat dari papan dengan pagar kawat. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Penambang Gunung Ujeun Di Tertibkan

Gubernur Keluarkan Izin Untuk Pertambangan Rakyat
Serambi, 4 Maret 2011
BANDA ACEH – Penambangan emas rakyat di kawasan Gunong Ujeuen, Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya, kini mulai ditertibkan. Upaya penertiban ini ditandai dengan penyerahan 1.000 hektar area bebatuan yang mengandung emas itu, dari Pemerintah Aceh kepada Pemkab Aceh Jaya, di Banda Aceh, Rabu (2/3).

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Rabu (2/3) kemarin telah menandatangani izin 1.000 hektare pencadangan areal tambang rakyat untuk Aceh Jaya. “Izin ini dimaksudkan agar kawasan penambangan emas rakyat itu legal, tertib, keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan,” kata Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman, seusai diterima Gubernur Irwandi Yusuf, di Banda Aceh, kemarin.

Menurut Bupati Azhar, izin tersebut telah diajukan pihaknya sejak 2009 lalu, baru ditandatangani Gubernur dan diserahkan pada 2 Maret kemarin. Areal kawasan pencadangan kawasan tambang emas rakyat seluas 1.000 hektare itu nantinya akan dikelola oleh satu induk koperasi dengan 20 anak koperasi. “Jadi, nanti, sasyarakat yang menambang emas di wilayah Gunong Ujeun, diwajibkan masuk menjadi anggota koperasi,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

LINGKUNGAN HIDUP DAN DUNIA PERTAMBANGAN

M.Yasir Surya
Beberapa tahun belakangan, industri pertambangan nyata-nyata menghadapi uncertainty investment climate, mulai dari goncangan anti pertambangan yang makin besar, munculnya UU No. 41/1999 yang sangat sektoral hingga gelombang Trans National Corporate dengan kepentingan isu yang berbeda-beda.

Ada image bahwa pertambangan adalah trouble maker environment and deforestation atau tambang si perusak lingkungan sehingga lebih baik moratorium dan tutup saja semua perusahaan ekstraktif tersebut.

Tidak ada yang salah mutlak dalam pelemparan argument tersebut. Tidak perlu ditolak pula bahwa tambang itu merusak lingkungan. Hanya perlu sedikit pemilahan bahwa berbagai argumen yang dilontarkan dapat dikelompokkan menjadi dua: yang paham dan yang tidak paham tentang pertambangan. Argumen yang dilemparkan oleh pihak yang tidak paham –dan kuantitasnya sangat besar- telah menimbulkan persepsi negatif industri pertambangan dan menyesatkan publik dengan mengeluarkan berbagai statement yang keliru. Baca entri selengkapnya »

Comments (5) »

Pemerintah Didesak Cabut Izin Penambangan Emas Geumpang

peti

Serambi Indonesia,8 November 2010
SIGLI – Menyikapi ketidakjelasan eksplorasi tambang emas di Kecamatan Geumpang, Pidie, warga Pidie meminta Pemkab Pidie dan Pemprov Aceh mendesak segera menutup perusahaan tambang emas karena dinilai telah nyata melakukan eksploitasi secara besar-besaran.

“Meski kini sekitar 12 perusahan raksasa berdalih masih melakukan tahap eksplorasi terhadap keberadaan tambang emas yang dikandung bumi Pidie tapi nyatanya kini telah memasuki tahab ekploitasi,” sebut T Faisal MY warga Kramat Dalam, Kota Sigli, Pidie, kepada Serambi, Minggu (7/11).

Sebagai bukti konkret, terangnya, di halaman menatap Aceh pada Harian Serambi Indonesia beberapa waktu lalu jelas terpampang kondisi rill hasil alam Pidie (Geumpang) berupa emas telah dikuras secara besar-besaran. Dampak yang dihasilkan nantinya, kata Faisal, akan membuat kerusakan lingkungan dan hutan lindung. “Klimak semua itu akan berdampak pada kerugian daerah,” jelasnya. Baca entri selengkapnya »

Comments (3) »

Penambangan Emas Rakyat di Aceh Jaya

Penggalian Meluas ke Gunong Alue Peuleukong
Serambi Indonesia, 7 November 2010
CALANG – Penambangan emas rakyat di Aceh Jaya, yang sebelumnya hanya terpusat di kawasan Gunong Ujeuen, Kecamatan Krueng Sabe, dilaporkan kini meluas hingga ke Gunong Alue Peuleukong, di Desa Ie Jeureuneh, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya.

Proses ekspansi di sektor penambangan rakyat wilayah tersebut, diduga semakin menyempitnya area yang bisa digali di kawasan Gunong Ujeuen. Selain itu, deposit atau kandungan emas juga semakin menipis, sehingga para penambang mencari lokasi baru dengan melakukan penambangan di kawasan Gunong Alue Peuleukong.

Berdasarkan keterangan Keuchik Ie Jeurengeh, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Khairul Anwar, penambangan di lokasi yang termasuk dalam wilayah desa yang dipimpinnya itu mulai dilakukan awal Ramadhan 1431 Hijriyah lalu. “Saat ini, jumlah penambang yang mengincar bebatuan mengandung emas itu terus bertambah,” katanya kepada Serambi, di Calang, Aceh Jaya, Sabtu (6/11). Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.